Program Unggulan

By Administrator 14 Des 2018, 15:31:43 WIB

PROGRAM UNGGULAN DINAS SOSIAL KABUPATEN KOLAKA

A. DATA CENTER (DC)

Ketidakakuratan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial yang mengakibatkan tidak tepatnya sasaran bantuan Penerima Bantuan menjadi dasar diluncurkannya program Data Center (DC). Keberadaan Data Center (DC) akan menjadi pusat data yang menyediakan layanan penginputan data yang akan mengelola dan menyajikan data mengenai PMKS, PSKS, pelayanan program dan capaian program penanganan PMKS serta PSKS.
Pada prosesnya, Data yang tersedia dalam Data Center dikumpulkan oleh ujung tombak kesejahteraan Sosial yang dikenal dengan nama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Selanjutnya data yang dikumpulkan oleh TKSK akan dipelajari dan dikaji oleh Bidang yang mengurusi PMKS atau PSKS yang terdata. Data yang berasal bidang akan diserahkan kepada pengelola dan operator Data Center untuk dimasukkan dalam sistem. Data tersebut dapat dibaca dalam bentuk angka, tabel maupun grafik yang akan memudahkan bagi semua pihak untuk perencanaan dan evaluasi program.
Data yang terdapat pada Data Center (DC) tidak hanya dapat digunakan oleh pegawai Dinas Sosial saja, namun dapat diakses oleh semua SKPD yang berkaitan dan menangani PMKS. Dengan demikian, masalah kemiskinan dan masalah kesejahteraan lainnya dapat terukur pengentasannya dan menjadi bahan evaluasi dan perencanaan program selanjutnya.

B. SISTEM LAYANAN RUJUKAN TERPADU (SLRT)

1.  Pengertian SLRT

SLRT adalah sistem layanan yang membantu untuk mengidentifiasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan berdasarkan profil dalam Daftar Penerima Manfaat dan menghubungkan mereka dengan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah (pusat, provinsi dan kabupaten/ kota) sesuai dengan kebutuhan mereka. SLRT juga membantu mengidentifikasi keluhan masyarakat miskin dan rentan, melakukan rujukan, dan memantau penanganan keluhan untuk memastikan bahwa keluhan-keluhan tersebut ditangani dengan baik.

2. Tujuan Penyelenggaraan SLRT

Tujuan SLRT adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem perlindungan sosial untuk mengurangi kemiskinan kerentanan dan kesenjangan. Secara khusus tujuan yang akan dicapai diantaranya:

  1. Meningkatkan akses rumah tangga/ keluarga misin dan rentan terhadap multi-program/ layanan’
  2. Meningkatkan akses rumah tangga/ keluarga palig miskinn dan palig rentan maupun penyandang masalah sosial laiinya terhadap program-program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan;
  3. Meningkatkan integrasi berbagai layanan sosial di daerah sehingga fungsi layanan tersebut menjadi lebih responsif;
  4. Meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam ‘pemutakhiran’ Daftar Penerima Manfaat secara dinamis dan berkala serta pemanfaatannya untuk program-program perlindungan sosial di daerah;
  5. Memberdayakan masyarakat untuk lebih memahami hak-haknya terkait layanan dan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan;
  6. Meningkatkan kapasitas Pemerintah di semua tingkatan dalam mengkoordinasikan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan,
  7. Memberikan masukan untuk proses perencanaan dan penganggaran perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan agar lebih memihak kepada masyarakat miskin dan rentan.

3. Sasaran SLRT

Kelompok sasaran utama SLRT adalah:

  1. Kelompok masyarakat miskin dan rentan (rumah tangga, keluarga dan individu). Kelompok masyarakat miskin adalah orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan nasional. Kelompok rentan adalah orang-orang yang memiliki status sosial ekonomi 40% terbawah berdasarkan Data terpadu (Daftar Penerima Manfaat).
  2. Kelompok masyarakat yang paling miskin dan rentan, termasuk penyandang disabilitas, perempuan/ anak terlantar, lanjut usia, masyarakat adat terpencil, dan lain-lain.

4. Fungsi SLRT 

Dalam membangun SLRT, kondisi utama yang perlu tersedia diantaranya: tata kelola dan kesiapan Pemerintah Daerah; kerangka pendanaan baik dari APBD maupun sumber pendanaan alternatif lainnya; kemampuan dan kualitas sumber daya manusia; kondisi politik daerah; serta relasi dengan stakeholder lainnya. 

Fungsi SLRT meliputi: 

  1. Integrasi Layanan dan Informasi 
  2. SLRT membantu mengintegrasikan berbagai layanan sosial yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah sehingga fungsi layanan tersebut menjadi lebih komprehensif, responsif, dan berkesinambungan.
  3. Identifikasi Keluhan, Rujukan dan Penanganan Keluhan
  4. SLRT mencatat keluhan masyarakat, baik keluhan yang bersifat kepesertaan dan keluhan lainnya, terkait program-program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan. Berdasarkan keluhan tersebut, SLRT merujuk rumah tangga/ keluarga miskin dan rentan ke program-program yang sesuai dengan kebutuhan mereka. SLRT juga membantu pengelola program di pusat, daerah dan desa untuk menelaah, merespon dan meninsdaklanjuti keluhan-keluhan tersebut.
  5. Pencatatan Kepesertaan dan Kebutuhan Program 
  6. SLRT menginventarisir program-program perlindungan sosial, baik di tingkat pusat maupun daerah dan mencatat kepesertaan rumah tangga/keluarga miskin dan rentan dalam program-program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang ada. SLRT juga mencatat kebutuhan program dari rumah tangga/keluarga miskin yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
  7. Pemutakhiran Daftar Penerima Manfaat secara dinamis 
  8. SLRT membantu melakukan pemutakhiran Daftar Penerima Manfaat secara dinamis dan berkelanjutan di daerah. SLRT juga dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengakses program layanan sosial secara mandiri yang difasilitasi oleh fasilitator di tingkat masyarakat.

5. Hasil dan Manfaat yang Diharapkan

Manfaat SLRT bagi Pemerintah

Efisiensi & kemudahan penjangkauan program

Daftar Penerima Manfaat yang bisa dikelola dan digunakan bersama untuk penargetan berbagai program

Peningkatan akuntabilitas progres dan mengurangi resiko penyelewengan

Kemudahan monitoring dan penyempurnaan pelaksanaan program menjadi lebih cepat.